Salam FUNtastic!

Selamat! Anda telah satu langkah lebih maju untuk mencapai cita-cita yang Anda idam-idamkan. Dengan membuka blog ini, Anda mendapatkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan Anda, yang mungkin tidak didapatkan oleh orang lain.

Minggu, 19 April 2009

Dukun Cilik Ponari – (Bagian 2)

Oleh: Nur Hadi N, S.Psi, CHt’s

Akhirnya, penelitian terhadap metode pengobatan yang dilakukan oleh Mesmer pun dimulai. Penelitian dilakukan dengan membagi dua kelompok pasien. Kelompok pertama, terdiri dari sejumlah pasien yang diberi keterangan bahwa Mesmer akan melakukan penyembuhan terhadap mereka dari luar ruangan. Sementara itu, Mesmer sendiri tidak diberi tahu kalau di dalam ruangan ada pasien yang ingin disembuhkan. Kelompok kedua, hanya duduk di dalam ruangan, tanpa diberi tahu bahwa di luar ruangan ada Mesmer yang sedang melakukan penyembuhan terhadap mereka. Sementara itu, di luar ruangan, Mesmer pun melakukan ’atraksi’ penyembuhannya.

Hasil dari penelitian ini didapat bahwa pasien pada kelompok pertama mengalami kesembuhan sementara pasien pada kelompok kedua tidak mengalami kesembuhan. Ilmuwan pun akhirnya menyimpulkan bahwa sebenarnya Mesmer tidak memiliki kekuatan apapun (apalagi kekuatan gaib!). Sebenarnya, sugesti yang diberikan kepada pasienlah yang dapat melakukan penyembuhan.

Sejarah inilah yang akhirnya melahirkan ilmu hipnosis modern, suatu ilmu yang menggunakan kemampuan komunikasi persuasif untuk membimbing subyek melakukan penyembuhan melalui kekuatan pikiran bawah sadarnya. Namun, karena murid-murid Mesmer dan pengikut-pengikutnya sudah banyak, ajaran Mesmer pun berkembang dan metode pengobatannya masih ada yang melakukan.

Sungguh menarik apabila eksperimen juga dilakukan terhadap ’batu ajaib’ yang dimiliki oleh Ponari si dukun cilik. Apakah benar batu tersebut memiliki kekuatan penyembuhan, ataukah hanya pikiran pasiennya sajalah yang sebenarnya memiliki kekuatan penyembuhan itu. Eksperimen bisa dilakukan antara lain:

1. Sekelompok pasien diberi tahu bahwa air yang diminumkan kepada mereka adalah air dari celupan batu Ponari, padahal air yang diberikan kepada mereka adalah air putih biasa.
2. Sekelompok pasien diberi tahu bahwa air yang diberikan kepada mereka adalah air dari celupan batu Ponari, dan memang air sebenarnya yang diberikan.
3. Sekelompok pasien melihat langsung bagaimana Ponari mencelupkan ’batu ajaibnya’ ke dalam air mereka.
4. Sekelompok pasien melihat langsung bagaimana pnari mencelupkan batu ke dalam air tetapi natu yang dicelupkan adalah batu biasa (bukan batu yang diklaim Ponari memiliki kekuatan itu).


Hasil dari eksperimen pertama akan menunjukkan apakah benar air dari celupan batu Ponari memiliki kekuatan penyembuhan. Kalau pasien juga sembuh dengan air ini, berarti air putih biasa juga bisa dilakukan untuk penyembuhan. Di sini, kekuatan sugesti lah yang memiliki kekuatan penyembuhan sebenarnya.

Hasil dari eksperimen kedua untuk lebih meneguhkan penelitian pertama. Kalau ternyata efek penyembuhan lebih besar dari pada penelitian pertama, mungkin saja ada zat tertentu yang dikandung oleh batu tersebut. Oleh karena itu, tentu para ahli kimia lah yang perlu untuk melanjutkan penelitian tentang ini. Kalau zat itu bisa diketahui, tentu akan menghasilkan keuntungan yang besar bagi rakyat bangsa ini.

Eksperimen ketiga dilakukan untuk melihat kekuatan sugesti, karena pasien melihat langsung bagaimana Ponari mencelupkan batu ke dalam airnya. Bagaimana hasilnya bila dibandingkan dengan penelitian kedua. Kalau ternyata efek penyembuhan lebih besar dari kelompok kedua, berarti nyatalah kekuatan sugesti (pikiran) yang melakukan penyembuhan dan bukan batu tersebut. Tetapi kalau hasilnya sama saja, berarti ada sasuatu yang perlu diteliti pada batu tersebut (misalnya kandungan zat, dsb.)

Eksperimen keempat untuk melihat kekuatan yang sebenarnya, kekuataan berasal dari batu atau dari sugesti. Kalau ternyata pasien juga mengalami kesembuhan, berarti bukan batu tersebut yang mengandung zat penyembuhan, tetapi kekuatan sugesti yang telah tertanam dalam diri klien bahwa pnari ’bisa’ menyembuhkan.

Eksperimen yang dilakukan di atas adalah sejumlah kecil eksperimen untuk melihat benarkan batu tersebut mengandung kekuatan ataukah hanya kekuatan sugesti yang telah tertanam di dalam diri pasien. Hal ini mirip dengan penelitian yang dilakukan para ilmuwan terhadap metode pengobatan yang dilakukan Mesmer. Tentu saja, semua eksperimen itu dapat dilakukan atas kerja sama Ponari dan keluarganya. (he he he)

Kalaulah ternyata memang terbukti batu tersebut mengandung zat penyembuh, tentu bisa diduplikasi dan dijual ke khalayak ramai tanpa harus berdesak-desakan (seperti yang terdapat pada gambar). Ini juga khan mendatangkan keuntungan bagi Ponari?? Tetapi kalau ternyata kekuatan sugesti dan kekuatan pikiran lah yang melakukan penyembuhan, bukankah sudah saatnya masyarakat bangsa ini diberikan penjelasan agar lebih rasional dan tidak percaya pada hal-hal seperti itu??

(Tulisan ini hanya bermaksud untuk memberikan masukan dan opini, dan bukan bermaksud untuk mediskreditkan pihak manapun).

0 komentar:

Poskan Komentar

Kawan, mari berikan komentar dan saran sebagai Mitra Perubahan!